Entah mengapa semakin hari aku semakin mencintainya
Seakan tak ada orang lain yang mampu mengambil tempatnya
Setiap waktu selalu memikirkannya
Setiap saat selalu menyebut namanya
Apakah ini cinta atau hanya obsesi semata?
Entahlah…
Ingin rasanya berhenti berpikir tentangnya
Namun pikiran dan otakku tak mampu melakukannya
Dia seperti darah yang mengalir ke setiap sel di tubuhku
Dia seperti oksigen yang mengisi rongga nafasku
Hanya dirinya yang dapat melakukan ini padaku
Ke manapun aku pergi melangkah menjauh darinya
Namun hanya padanya aku selalu kembali.
Surabaya,
14/11/2012 14:35 WIB