Sedih ketika dia melihat, namun bukan ke arahmu.
Sesak ketika dia tersenyum, namun bukan tersenyum kepadamu.
Sakit ketika dia memanggil sebuah nama, namun bukan namamu.
Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa cinta adalah suatu hal yang sangat menyakitkan. Namun aku sepenuhnya tak menyetujui hal tersebut. Karena aku percaya cinta dapat memberikanmu berbagai macam rasa. Seperti permen nano-nano yang “rame rasanya” dalam sebuah permen kecil. Menyuguhkan berbagai macam rasa manis, asam, dan asin.
Terkadang cinta dapat memberikanmu rasa manis dengan memberikanmu kebahagiaan, membuatmu tersenyum setiap saat, membuatmu berseri bagai mentari di pagi hari, dan mungkin bersikap “aneh bin ajaib” terhadap orang yang kamu cintai. Akan tetapi, terkadang cinta dapat membuatmu mati rasa di dalam hatimu, kekosongan, kehampaan, patah hati, dan bahkan sakit di sekujur tubuhmu karena memikirkan orang yang kamu cintai.
Surabaya,
11/01/2015 21:58 WIB
Aku mulai memikirkan perasaan aneh yang tak pernah aku bayangkan
Ada sebuah rasa yang tumbuh tanpa aku sadari
Rasa terhadap orang yang aku hindari dan acuhkan
Dia salah satu teman yang aku kenal baik
Namun kini terasa canggung satu sama lain
Terlebih saat tak sengaja beradu pandang
Saat pertama kali bertemu dan berkenalan
Kami langsung menjadi dekat
Memiliki pemikiran dan kesukaan yang sama
Membuat kami menjadi teman baik
Akan tetapi kini kami jarang berbicara berdua
Bahkan tak lagi saling tersenyum menyapa
Bagaimana bisa situasi yang hangat berubah menjadi dingin?
Aku masih tak dapat memahaminya
Dan bagaimana bisa aku memiliki perasaan aneh itu padanya?
Ini adalah hal yang paling aneh yang pernah aku pikirkan.
Surabaya,
03/01/2015 13:12 WIB
Tentang Penulis
Seorang gadis yang memiliki imajinasi dan mimpi yang tiada batas. Senang menuliskan apa yang dia rasakan, pikirkan, inginkan, lakukan, lihat dan dengar.
Postingan Populer
-
Seorang gadis yang memiliki imajinasi dan mimpi yang tiada batas. Senang menuliskan apa yang dia rasakan, pikirkan, inginkan, lakukan, liha...
-
Terik pancaran sinarnya membakar kulit, menyalurkan hawa panas membara Semakin tinggi, semakin panas itu terasa nyata Ketika waktuny...
-
Entah mengapa semakin hari aku semakin mencintainya Seakan tak ada orang lain yang mampu mengambil tempatnya Setiap waktu selalu memikirk...